
Komisi II DPRD Kolut Saat Sidak Di Pasar Lacaria Lasusua.
Kolaka Utara-newsterkininusantara.com
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) menyoroti Drainase Pasar Lacaria Kota Lasusua buruk dan sudah tidak berfungsi sehingga menyebabkan air hujan mengendap ditengah pasar.
Kegiatan kami hari ini dari Komisi II adalah melakukan pemeriksaan secara langsung kondisi pasar sentral Lacaria dan ingin mengetahui dimana titik kendalanya.
“Karena setiap hujan sering mengalami kebanjiran di dalam pasar, oleh karena itu kami sekarang sudah mengetahui apa penyebabnya dan kami akan mencari solusi sehingga kegiatan di pasar tetap berjalan,”ujar Ansar Ahosa. Rabu,20/8/2025.
Ansar Ahosa bersama jajarannya yang didampingi Kadis Perdagangan, M.Ahdan Alwi pada saat melakukan peninjauan langsung terkait kondisi fasilitas pasar sentral Lacaria Kota Lasusua.
Ia menyebut penyebab sering kebanjiran di tengah pasar di karenakan ada beberapa drainase sudah tidak berfungsi lagi dengan baik.
“Kami temukan beberapa Drainase sudah tertutupi pasir dan ini harus diantisipasi dan diperlebar kembali dan bukan hanya itu ada juga tertutup karena sebelumnya hanya diberi pipa besar dan pipa tersebut tidak bisa bertahan lama ketika di lalui mobil dan menyebabkan pecah dan seharusnya di ganti dengan plat dekker,” ungkapnya
Dia pun mengatakan dari hasil temuan ini kami akan mengajukan ke Pemerintah Kabupaten untuk Anggaran Pembangunan perbaikan Drainase maksimal di tahun ini. Tegsnya
“Kami akan mengupayakan minta di Anggaran Perubahan tahun 2025 dan apabila tidak bisa nanti di tahun Anggaran reguler APBD induk 2026 karena ini tidak bisa dibiarkan lama karena ini sangat urgen dan akan menimbulkan dampak yang lebih parah,”.
Menurutnya, kenapa saya katakan seperti itu karena Pasar Sentral Lacaria adalah sumber PAD yang besar bagi Daerah.
“bukan kondisi sistem drainase saja yang rusak termasuk kondisi beberapa bangunan Pasar ini juga termasuk sudah tidak layak pakai tetapi yang lebih utama harus diselamatkan sistem saluran air karena kegiatan ekonomi pasar tidak akan berjalan lancar,” ucapnya.
Reporter : Pendi