Puluhan Aktivis Senior Turun Gunung Geruduk Kantor BPN Kolut

Saat demonstran beraudiens dengan perwakilan BPN Kolaka Utara,Senin 14/4/2026)

Kolaka Utara – Newsterkininusantara.com

Puluhan aktivis senior turun gunung melakukan aksi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses penerbitan sertifikat tanah.

Para aktivis senior tersebut melakukan demonstraai dipicu oleh dugaan kepala BPN Kolaka Utara dan oknum kepala seksi di Kantor Pertanahan yang meminta sejumlah biaya kepada masyarakat di luar ketentuan dari ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk pengurusan menerbitkan sertifikat tanah

Selain para aktivis senior, para Mahasiswa yang tergabung dalam demonstrasi itu menilai bahwa praktik tersebut mencederai prinsip pelayanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Muhammad Nur Kusain aktivis alumni Makassar Dalam orasinya, mengatakan bahwa dugaan pungli yang dilakukan oleh kepala BPN kolaka utara dan kepala seksi sudah sangat meresahkan masyarakat kolaka utara khususnya untuk masyarakat yang mengurus sertifikat tanah.

“Ironisnya,beberapa fakta yang terjadi dalam pengurusan sertifikat tersebut oknum BPN meminta sejumlah uang kepada masyarakat yang mengurus sertifikat dengan nominal yang sangat fantastic yaitu sebanyak Rp.15 juta rupiah”.

Praktik kotor yang dilakukan oleh oknum BPN bukan hanya sampai disitu,bahkan mereka pun meminta mulai dari biaya ATK hingga transport ketika mereka hendak melakukan pengukuran padahal jarak dari kantor BPN ke lokasi hanya berkisar dua hingga tiga kilometer (KM),kesalnya (senin 14/4/2026)

Belum lagi beberapa masyarakat yang mengalami hal serupa,bahkan ada yang disuruh untuk membayar 5 sampai 8 juta. Para massa aksi menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut. Dan mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan memberikan sanksi tegas kepada oknum BPN tersebut.

Massa aksi juga menyoroti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang seharusnya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh sertifikat secara gratis atau dengan biaya yang telah ditentukan pemerintah. Namun, di lapangan justru diduga terjadi praktik pungutan yang membebani masyarakat.

Situasi sempat memanas ketika massa aksi langsung memaksa untuk masuk ke dalam kantor BPN. Namun saat para demondstran berada didalam tak ditemui oleh kepala BPN,mereka pun kecewa dan kesal sehingga beberapa barang yang ada didalam maupun diluar kantor BPN dirusak untuk meluapkan kekesalan mereka

Akibatnya beberapa foto penghargaan BPN kolaka utara diambil lalu dibakar. Aksi pembakaran tersebut sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap institusi yang dinilai tidak sejalan antara prestasi yang diraih dengan kondisi pelayanan di lapangan.

Selanjutnya,massa pun meminta agar seluruh pegawai dan staf untuk menyetujui bahwa kepala BPN dan oknum kepala seksi harus angkat kaki dari BPN kolaka utara (Copot dan pindahkan),pihak perwakilan BPN pun setuju dan akan menandatangani pernyataan persetujuan agar kepala BPN dan oknum kepala seksi harus dicopot dan pindah dari kolaka utara.

Demonstran pun diakhir aksinya mengultimatum BPN kolaka utara bahwa ketika kepala BPN dan oknum kepala sekai tidak angkat kaki dari kolaka utara,maka puluhan aktivis senior yang turun gunung hari ini akan kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Aksi yang dikawal belasan personil polres Kolaka Utara melakukan long much dari warkop Simphony ke kantor BPN Kolaka Utara membubarkan diri setelah tuntutan mereka diterima oleh perwakilan BPN Kolaka Utara.

Reporter : Pendi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *