
H. Muh. Idrus,S.Sos.,M.Si (berdiri) saat berbicara pada rapat pemantapan persiapan penanaman bibit pohon bambu di DAS Desa Tinukari Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara, Kamis (malam) 7/5/2026 (Warkop Mr. A)
Kolaka Utara – Newsterkininusantara.com
Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara mengahdiri rapat pemantapan persiapan penanaman bambu di daerah aliran sungai (DAS) yang berlokasi di Desa Tinukari,Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara
H. Muh. Idrus (Sekda) Kolaka Utara sangat prihartn melihat alam kolaka utara saat ini,disebabkan karena kondisi alam kita khususnya dibeberapa daerah aliran sungai (DAS) selalu menjadi ancaman setiap hujan yang bisa berdampak banjjir
Hal tersebut di karenakan beberapa gunung yang sudah mulai gundul serta pohon-pohon di sepanjang bantaran sungai juga mulai habis. Sehingga dengan kondisi alam kita sekarang ini sehingga pemerintah daerah dan seluruh elemen untuk menjaga dan melestarikan alam kolaka utara. Ungkapnya, (Kamis 7/5/2026)
Oleh karena itu, melalui kegiatan yang akan dilakukan oleh para pencinta alam,khususnya mahaaiswa pencinta alam (Mapala) universitas muhammadyah kolaka utara (Umkota) kita sangat mengapresiasinya.

Kegiatan yang akan dilakukan beberapa lembaga pencinta alam kolaka utara itu berawal dari sebuah diskusi-diskusi kecil yang akan menghasilkan manfaat yang luar biasa.
Untuk langkah awal sebagai lokasi yang akan dilakukan penanaman bambu bertempat daerah aliran sungai (DAS) Desa Tinukari,Kecamatan Wawo. Dan lokasi tersebut sangat tepat karena selain salah satu sungai yang selalu banjir besar ketika hujan,juga merupakan satu dari sekian banyaknya ikon pariwisata sulawesi tenggara karena di Desa itu memiliki Gunung Mekongga. Jelasnya.
Langkah awal ini sebagai permulaan untuk melakukan penanaman pohon (bambu) di DAS Tinukari,dan kita akan menyasar semua DAS yang ada di kolaka utara,ini dilakukan untuk mengantisipasi ketika banjir datang,karena beberapa prediksi 5 hingga 10 tahun kedepan sewaktu-wakru bencana banjir mengancam daerah kita.
Kedepannya selain bambu yang akan ditanami di sekitar DAS, kita juga akan menanam pohon kemiri dan pala. Ketiganya potensi memiliki nilai ekonomis selain menjadi penahan banjir. Dan itu akan bisa menjadi salah satu sumber pendapatan masyrakat, bahkan bisa menjadi industri. Harapnya
Sementara itu Ketua Mapala UMKOTA,Hardianto menjelaskan bahwa aksi penanaman bambu yang akan dilakukan itu akan dimulai pada tangga 21 mei 2026 bertempat di daerah aliran sungai (DAS) Desa Tinukari
Untuk penanaman perdana ini kami akan menanam bibit bambu sebanyak 140 pohon. 140 pohon itu merupakan langkah awal dan akan berlanjut kedepannya karena perencanaan kami akan menanam sekitar 2.620 pohon bambu di DAS Desa Tinukari, Terang Ketua Panitia (Hardianto).

Penanaman yang akan dilakukan itu bertepatan peringatan hari Keanekaragaman Hayati yaitu pada tanggal 21 mei. Ada lima titik yang pertama.tempat kami akan tanami karena daerah itu rawan disebabkan karena sudah hampir menyentuh pemukkman masyarakat.
Aksi peduli lingkungan dan gerakan cinta alam yang kami akan lakukan ini,selain beberapa sispala seperti sispala SMA 1 Kodeoha dan SMK 3 Kolaka Utara,serta himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) UMKOTA.
Kemudian juga kami mendapat bimbingan dari beberapa senior Mapala yang berada di Kolaka Utara seperti (Kakanda Aristo dan Jamaluddin) yang selalu memdorong dan memotivasi kami untuk selalu menjaga,melestarikan dan mencintai alam.
Turut hadir dalam rapat yang di selenggarakan di Warkop Mr. A. Yakni Sekretaris DLH Kolut, Sekretaris Dinas Pariwisata Kolut, Sekdes Tinukari dan puluhan Mahasiswa UMKOTA.
Reporter : Pendi